Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Berita Majalengka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Majalengka. Tampilkan semua postingan

CIPADUNG KEMBALI LONGSOR

Written By SK BUSER on Selasa, 09 Februari 2010 | 05.51


Hujan besar mengakibatkan terjadinya longsor di perbatasan Kab. Majalengka dan Kuningan tepatnya di Blok Cipadung Desa Sindang Panji, kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Longsor tersebut menyebabkan jalan utama yang menghubungkan Cikijing dan Kuningan tertutup tanah.

Longsor yang terjadi sejak Pukul 13:00 wib tgl 9/02/2010 telah menyebabkan kemacetan kurang lebih sepanjang 40 Km. kemacetan telah mengakibatkan transportasi jalur cikijing maupun jalur kuningan tidak dapat diakses sama sekali.

Untuk menanggulangi kemacetan tersebut, Pemerintah daerah telah menurunkan beberapa unit alat berat untuk membersihkan timbunan tanah. Sampai berita ini diterbitkan kemacetan masih terjadi, diperkirakan Timbunan longsor itu baru dapat dibersihkan pada pagi hari.

Pemerintah Daerah menghimbau kepada masyarakat dan pengendara kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati, apalagi hujan yang deras sering terjadi.

3 DESA DI CIKIJING KAB. MAJALENGKA TERENDAM BANJIR

Written By SK BUSER on Senin, 25 Januari 2010 | 04.56


Selasa (12/1) di wilayah cikijing diguyur hujan lebat, sekitar lima ratusan rumah penduduk terendam banjir di sejumlah desa di Kecamatan Cikijing Kab. Majalengka akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini. Selain itu, banjir merendam sekitar seratus hektare (ha) lebih areal tanaman padi yang berusia satu setengah bulan.
Berdasarkan pemantauan SKM BUSER, Selasa (12/1) dan Rabu (13/1), terendamnya areal tanaman padi itu akibat luapan air dari tiga sungai yang saling berdekatan dan melintas di beberapa desa, masing-masing Desa Banjaransari, Sukamukti, Kasturi, Jagasari dan Bagjasari. Ketiga sungai yang kondisinya sangat dangkal itu adalah Sungai Cilutung, Cilancang, dan Cisorogan.

Banjir merendam pula sekitar seratus hektare lebih lahan perkebunan jagung. Tak hanya itu, kurang lebih dua ratus kolam ikan milik petani juga terkena banjir dan ikannya terbawa hanyut.
Meski demikian, luapan air yang mencapai tujuh puluh sentimeter (cm) hingga satu meter di beberapa lokasi kini sudah surut. Begitu pun warga yang rumahnya sempat terendam, Rabu (13/1) pagi sudah membersihkan rumahnya dari genangan air dan lumpur.
Menurut Camat Cikijing, Maman Rukmana, banjir tahunan yang tergolong cukup besar tersebut juga menyebabkan dua rumah penduduk yakni milik Ma`mun (50) dan Unsa (50) di Desa Bagjasari anjlok sekitar 30 cm.
Maman menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 15.15 WIB atau sekitar 15 menit setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat. Saat itu, air Sungai Kasturi langsung meluap dan membanjiri permukiman penduduk dan puskesmas.“ Hujan berlangsung sekitar satu jam. Jalur mulai dibuka dan bisa dilalui sejak pukul 17.00 WIB.
Ia menilai, upaya yang harus dilakukan adalah pengerukan ketiga sungai itu. "Jika tidak, langkah yang harus diambil adalah membuat tanggul buatan dengan menumpuk karung di sepanjang aliran sungai yang berdekatan dengan permukiman penduduk," katanya. Bagus/majalengka
javascript:void(0)

SLB AMANAH KAWALI SANGAT DIBANTU DENGAN PROGRAM DAK 2009

Written By SK BUSER on Rabu, 23 Desember 2009 | 10.12


SLB Amanah Kawali yang terletak di Desa Citeureup Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, salah satu SLB yang ada di Kabupaten Ciamis yang mendapat rehab bantuan DAK 2009.
Kepala Sekolah SLB Amanah Kawali Ny. Acah Suhayati E ketika di temui SKM BUSER di kediamannya mengatakan pihaknya membangun gedung pendidikan semaksimal mungkin. Karena gedung ini akan di pergunakan untuk mencerdaskan anak Bangsa, saya sebagai Kepala Sekolah membangun sesuai juklak – juknis sebagaimana perintah Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dan samapai saat ini lanjut Ny. Acah Suhayati E pengerjaannya berjalan lancar.

Dengan murid 27 orang di sekolahnya merasa kondusif. Untuk kedepan kami mengharapkan bantuan Pemerintah Pusat Kabupaten Propinsi Rencana ingin membangun mushola.
Prestasi yang telah di capai oleh siswa SLB Amanah pada tahun 2007 Juara I Kemampuan Merawat Diri Tingkat Kabupaten, 2008 Juara Harapan II Kemampuan Merawat Diri SLDB Tingkat Propinsi Jawa Barat. Tahun 2009 Juara III Nasional Bulu tangkis dalam acara Pekan Olah Raga Pelajar Cacat Nasional.
Selaku Kepala Sekolah Ny. Acah Suhayati E mengharapkan alumni SLB Amanah bisa mandiri sesuai dengan kemampuannya dan tidak membebani orang tua bahkan sekarang SLB Amanah Kawali telah menerima bantuan berupa barang ( warungan ) dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat.
Mengakhiri perbincangan dengan SKM BUSER Ny. Acah Suhayati mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan bantuan khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat karena kemajuan Sekolah SLB Amanah Jawa Barat.
Agus Ciamis

5 PERWIRA BARU DI POLRES MAJALENGKA

Written By SK BUSER on Selasa, 22 Desember 2009 | 05.26


Senin 21 Desember 2009 telah berlangsung acara sertijab (Serah Terima Jabatan) di Polres Majalengka, Sebanyak lima perwira Polres Majalengka diganti. Diantaranya Kepala Bagian Pembinaan dan Kemitraan (KABAGBINAMITRA) Kompol Ayik Nurul diserahkan kepada AKP Siswanto, Kasat Reskrim AKP Bambang Suryanata kepada AKP Luhut Sitohang, Kapolsek Maja AKP Lestiawan kepada AKP Abdul Majid, Kapolsek Dawuan AKP Subagyo kepada AKP Sukanto, dan Kapolsek Rajagaluh AKP Suwondo kepada AKP Asep Sunardi.

Kapolres Majalengka AKBP Tantan Sulistyana menjelaskan, pergantian kelima perwira di jajaran Polres Majalengka merupakan hal biasa. Itu sebagai penyegaran dan peningkatan pelayanan, perlindungan, dan pencegahan atas gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Mari kita tingkatkan kemampuan daya tangkal atas berbagai gangguan kamtibmas,” ujarnya seusai serah terima jabatan di Aula Mapolres Majalengka,kemarin. Tantan menyampaikan terima kasih kepada kelima perwira yang telah mengabdikan dirinya di Mapolres Majalengka dan selamat bertugas di tempat yang baru.

Kapolres AKBP Tantan pun mengucapkan selamat datang dan bertugas kepada perwira di Mapolres Majalengka.“Saya ucapkan selama bertugas kepada Kabag BinaMitra, Kasat Reskrim, dantiga kapolsek yang baru,”ujarnya.



UNJUK RASA WARGA DESA WANGKELANG PERMASALAHKAN PELAKSANAAN KLANTINGAN

Written By SK BUSER on Sabtu, 19 Desember 2009 | 06.33


Bertepatan dengan saat hari Sumpah Pemuda Rabu tanggal 28 oktober 2009 terjadi unjuk rasa, puluhan warga mendatangi kantor Desa Wangkelang kec. cingambul Kab. Majalengka. ketika kami konfirmasi pada salah seorang tokoh disana yaitu Bapak H. Ali bahwa tujuannya akan meminta kejelasan dalam pelaksanaan klantingan (pengukuran lahan) ada sesuatu yang janggal dan dirasakan terlalu memberatkan warga. Diantaranya masyarakat dibebani biaya Rp. 40,- (empat puluh rupiah) per meter dan untuk mutasi (Ganti Nama) sebesar Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah).coba bapak hitung 4.280.543 m2 kali Rp 40,- berapa ratus juta ujarnya, disamping itu untuk biaya mutasi yang andaikan saja dalam satu keluarga ada 5 saja yang mutasi jelas keluarga tersebut akan mengeluarkan dana sebesar Rp. 75.000,- jadi kalau dijumlahkan besaran dana yang ter exploitasi dari masyarakat berapa? Saya cukup prihatin sekali dengan adanya kejadian seperti ini disaat-saat ekonomi rakyat lagi terpuruk. Masih kata haji Ali sebagai bentuk kepedulian saya terhadap masyarakat wangkelang hari-hari kebelakang saya ber inisiatip sendiri berkunjung ke Kuningan KDL KPP, Bascamp SISNIOP di Desa Banjaransari terakhir Ke Kecamatan Cingambul untuk menemui camat, pada dasarnya semuanya menyatakan bahwa ini adalah program pemerintah yang sumber pembiayaannya dari APBD Propinsi jadi tidak ada lagi biaya yang harus ditanggung oleh rakyat dengan kata lain gratis.

masih pendapatnya menyatakan tentang esensi dari Perdes sendiri jelas-jelas terlalu memberatkan warga meskipun pemerintahan desa punya kewenangan dan punya otonomi untuk melakukan pungutan terhadap masyarakat sebagai sumber Pendapatan asli desa tapi penggunaan dan penerapannnya bukan untuk program seperti Kelantingan ini sehingga produk perdes ini prematur atau bertabrakan dengan aturan program ini. Ketika SK BUSER konfirmasi ke Ketua LPM Desa Wangkelang yang kapasitasnya sebagai salah satu penanggungjawab dikepantiaan, Ketua LPM berpendapat bahwa tidak mengetahui secara detail mengenai program klantingan yang dilaksanakan di desanya “untuk masalah perdes saya baru mengetahui adanya Perdes setelah lima hari Kelantingan itu dilaksanakan”, adapun mengenai pungutan Ketua LPM membenarkan tentang Rp. 40,-/m2 yang dialokasikan untuk upah kerja diantaranya untuk pendamping dikasih uang makan, 2 x Rp. 10.000,-, rokok 1 bungkus, snack, upah kerja Rp. 40.000,-/Hok. dan mengasih Petugas KDL yang dilapangan ketika mau pulang dikasih Rp.100,000,- adapun untuk biaya mutasi yang Rp. 15000,-/op menurutnya untuk membeli Materai dan ongkos ke Majalengka.
Ditempat, hari/waktu yang berbeda SK BUSER mengkonfirmasi Ketua BPD Desa Wangkelang ketua BPD menyanggah menyatakan tidak benar kalau Perdes tersebut di buat lima hari setelah Kelentingan dilaksanakan sambil menunjukan lembaran Perdes, menurutnya perdes dibuat sebelum kelantingan dilaksanakan dan penetapannya pada tanggal 9 Oktober 2009, sedangkan pelaksanaan Klantingan dilaksanakan 10 oktober 2009. “Berbicara tentang kapasitas sebagai Ketua BPD saya telah bekerja dan melaksanakannya sesuai dengan aturan per Undang-Undangan yang berlaku, juklak, juklisnya jelas”.
Untuk mendapat informasi yang lebih gamblang SK BUSER mengkonfirmasi pihak rekanan pemenang tender proyek ini, dari keterangan pelaksana di dapat, membenarkan bahwa proyek ini adalah Program Pemerintah Propinsi Jabar yang didanai dari APBD Propinsi dan kami adalah Pelaksana dari PT Giri Lawas selaku pemenang tender akan melaksanakan kewajiban sesuaii kewenangan ketika dikaitkan dengan penomena yang terjadi dilapangan tentang adanya aliran dana yang ditarik oleh panitia tidak tahu menahu dan tidak mau tahu, kami tidak pernah meminta bayaran, itu diluar tanggung jawab kami karena semuanya telah dibayar oleh pemerintah, di Kabupaten Majalengka wilayah selatan pekerjaan kami ada beberapa titik di Kecamatan Bantarujeg yaitu Desa Gununglarang, Desa Haurgelis, Kecamatan Cikijing satu Desa yaitu Desa Kancana adapun di Kecamatan Cingambul Ada Delapan Desa, berkenaan dengan Desa Wangkelang kami telah menugaskan 4 orang dan dibantu oleh tenaga setempat yang setiap orangnya dibantu oleh 2 orang jadi seluruhnya berjumlah 12 orang itu upahnya di bayar oleh pihak kami.
Forum yang dibuka menyikapi para pengunjuk rasa diterima dihadiri dan disambut Camat Kec. Cingambul, Sekdes, Ketua BPD. Suasana dialog menghangat dengan tensi yang agak tinggi ketika Perdes No.3 tahun 2009 dibacakan terutama yang menyangkut rincian biaya. Pendapatan dari Klantingan sebesar Rp. 186.221.172.- diantaranya Rp. 15000.- x volume 1000.- untuk mutasi. Pendapat beberapa tokoh bahwa isi Perdes tidak rasional dan menyayangkan pertemuan sepenting ini Kuwu tidak ada ditempat. sehingga tidak ada kepastian dan keputusannya mengambang.

Sekdes beserta ketua BPD kecewa dengan tidak hadirnya dari pihak PT. mengenai kejelasan yang pasti tentang prosedur juga sumber biaya, Ketua BPD mengatakan bahwa nominal yang di munculkan dalam Perdes bersumber dari hasil Study Banding dari desa-desa lain yang telah melaksanakan Klantingan tentunya diaflikasi juga disesuaikan kondisi sosial masyarakat Wangkelang. Berikut ungkapan kekecewaan selaku Ketua BPD merasa dijebak dan terjebak.

KHAWATIR MAUT MENGANCAM ANAK KITA

Written By SK BUSER on Rabu, 16 Desember 2009 | 06.30

Penentuan bajaringan untuk rangka atap proyek mengundang pro kontra tentunya dari sisi mana mereka melihat .dan ber argument dari berbagai kepentingan. kepedulian masyarakat patut kita hargai tentunya sebagai bentuk kepedulian dalam rangka meng apresiasi kondisi yang ada. dapat kita pahami bahwa penilaian mereka menitik beratkan kepada aspek qualitas dan harga. salah seorang aktivis LSM dari komunitas Arus Bawah menyatakan Kepada SK BUSER prihatin dengan proyek SENGNISASI

( Red Bajanisasi ) bahannya empuk mudah dilipat dengan tangan, apakah kiranya kuat untuk menyangga bobot genteng “. untuk itu kami mohon kepada pihak yang berkopenten untuk meninjau kembali/mengkaji ulang kebijakan telah dibuat mengenai bajanisasi yang penekanannya kepada kualitas bahan. kita harus melihat jauh kedepan bagaimana jadinya ketika anak – anak yang lagi belajar dan tiba – tiba atapnya runtuh, dan untuk pihak pengusaha pemenang tender mohon dengan hormat untuk lebih memperhatikan bajaring yang dijual ke sekolah – sekolah kasih kualitas yang bagus jangan orientasinya asal untungnya gede saja jangan sampai anak – anak kita nanti jadi korban. masih pendapat seorang aktivis menyatakan “ TOLONG SISA DANA YANG ADA BERSUMBER DARI SELISIH HARGA UNTUK DIKEMBALIKAN KE KAS NEGARA “ itu uang rakyat asalnya dari tukang jualan cendol sampai tukang becak pun ikut membangun.
Pernyataan sikap seorang anggota DPRD Kabupaten dari Komisi C ketika di temui SK BUSER dirumahnya menyatakan bahwa sore ini saya akan berangkat lagi ke kantor didalam rangka rapat bersama komisi C dan Komisi D dalam rangka menyikapi kejadian runtuhnya salah satu atap gedung sekolah dan sekaligus akan memanggil pengusaha penyedia pengadaan BAJARING. dan ketika ditanya oleh SK BUSER dalam bentuk apa sangsi yang akan diberikan Kepada pengusaha tersebut ?. jawabnya singkat “ lihat aja nanti “ sambil tersenyum.
Kepala sekolah yang tahun 2009 sekolahnya mendapat bantuan DAK ketika dikunjungi SK BUSER
dan ditanya mengenai harga – harga , jenis, merk juga qualitas banyak yang tidak tahu.jawabannya singkat singkat aja“ Kita mah tergantung yang di atas saja. ( red. kok gitu ya, bagaimana jadinya ...........?. ) selanjutnya Kami dari SK BUSER ditanya oleh Kepala sekolah “ Kalau kejadiannya udah begini gimana “ . SK BUSER jawab “ Kita persilahkan para penegak hukum Khususnya Kepolisian sebagai pintu gerbang para pencari keadilan untuk melakukan penyidikan, benar salahnya tergantung hasil keputusan pengadilan “ Tatang koorlip

UNTUK MEREKA YANG MENGANGGAP KAMI GILA

“Anda wartawan bukan? anda dari wartawan media mana, tidak akan ada wartawan dari media manapun yang akan saya layani, karena wartawan bisanya Cuma mencari kesalahan orang saja, tetap ujung-ujungnya minta duit” itulah salah satu ungkapan yang terlontar dari mulut sang oknum pendidik di salah satu sekolah di suatu daerah. belum juga kami memperkenalkan diri dia sudah memponis seperti itu, kamipun terus berpikir dan muncul banyak pertanyaan di benak kami :

Apakah benar wartawan hanya mencari kesalahan orang saja?
Apakah sebegitu dangkalnya pemikiran si oknum ?
Kami ataukah dia sebenarnya yang tidak punya etika?
Apakah si oknum itu tidak mengetahui pungsi dari wartawan?
saya pun jadi teringat pertama kali ketika saya ingin jadi wartawan, pada saat itu sang guru besar di dunia persilatlidahan pernah bercerita kepada saya bahwa saya harus gila dulu sebelum jadi wartawan dan diapun bercerita “Kalau anda masih waras, yakinlah anda tidak akan mau jadi wartawan. Mengapa? Saat ini citra wartawan sedang kusut dan cemar, karena profesi yang mulia ini dikotori oleh nafsu serakah dan tamak para pelakunya. Semua orang yang mengaku wartawan, seolah berlomba - lomba dalam keserakahan baik dalam urusan dunia maupun kekuasaan lahan. Namun sayang, mereka yang adu otot dan kekuatan itu tidak memiliki kompetensi memadai. Sehingga bukannya dihargai oleh pihak lain, melainkan justru dilecehkan, direndahkan dengan suap recehan dan tidak ada marwah dalam diri wartawan. Anehnya banyak wartawan yang nyaman-nyaman saja dikungkung oleh suasana yang tidak kondusif serta merendahkan martabat ini.
Maka tak ada jalan lain, jika anda ingin jadi wartawan harus gila dulu biar kebal bila disakiti dan dizalimi tapi tetap punya harga diri. Bagaimana caranya menjadi gila? Gilanya seorang wartawan adalah memainkan kombinasi jurus ketajaman pena dan keahlian membaca tanda-tanda zaman. Kemampuan membaca situasi dalam setiap zaman menjadi mutlak sebab setiap fase kehidupan selalu menyertakan tantangan yang berbeda. Ketajaman pena tidak akan merubah keadaan manakala tidak tepat dengan momentum zaman yang sedang dilalui.pepatah menyatakan bila anda masuk ke kandang macan anda harus jadi harimau dulu.
Kehebatan seorang wartawan muncul sesuai dengan tantangan zamannnya, karena itu musim keemasan setiap orang selalu berbeda. Pada saat masyarakat muak dan kesal dengan prilaku pejabat pemerintahan, maka tulisan yang berani dan konfrontatif mengkritisi kebijakan pemerintah itu akan diapresiasi publik. Wartawan akan menjadi pahlawan dimata masyarakat dan dianggap musuh oleh oknum di pemerintahan. Sebaliknya pada saat hubungan masyarakat dengan pemerintah harmonis, wartawan yang menulis kebobrokan pemerintah akan dimusuhi masyarakat dan kroni penguasa.
Pada posisi interaksi semacam inilah wartawan harus pandai menempatkan diri. Kalau wartawan pragmatis dan haus materi, ia akan mengekor, menjilat dan melacurkan diri dengan menjual harga diri kepada oknum penguasa untuk mendapatkan imbal jasa. Ia berada diketiak oknum penguasa dan menjadi anjing penjaga yang setia. Pola ini yang sekarang banyak dianut oleh “wartawan instan” karena motivasikerjanya ber orientasi demi perut sendiri. Maka tidak heran jika Dewan Pers dalam penelitiannya menemukan data bahwa 70 persen wartawan yang sekarang beroperasi tidak layak jadi wartawan beneran karena kualifikasi dan kompetensinya dibawah standar. Bagaimana dengan wartawan karir yang menjaga integritas kerja dan idealismenya? Jenis wartawan ini cenderung dijauhi meski karya jurnalistiknya berkualitas dan mencerahkan. Mereka yang punya idealisme sekarang dimarjinalkan dari pergaulan, sebab dianggap makhluk aneh.
Terlepas dari kegilaan di atas kita kembali ke pertanyaan awal, tapi sebelum kita kembali ke pertanyaan awal mungkin anda bertanya - tanya siapa sih oknum yang melecehkan wartawan tersebut???? semuanya akan kita bahas pada edisi minggu depan. tunggu beritanya. TIM BUSER Majalengka-Ciamis.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MAJALENGKA budidaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger